PRESIDEN PRABOWO INGIN MEMPERKUAT APARATUR DESA


NEWS MOTIVA NASIONAL - Ditengah pelaksanaan program - program pemerintah yang gencar dilaksakan seperti MBG serta KDMP sebagai bentuk komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan janji - janjinya kepada rakyat, namun bermunculan isue dan kabar tidak menyenangkan atau berita bohong terkait sejumlah pernyataan yang dikemukakan dalam pidatonya.

Kendati beberapa diantaranya sudah diklarifikasi bahwa semua yang beredar merupakan " kabar bohong " atau " tidak benar " akan tetapi masih saja ada yang nyinyir tidak sesuai faktanya. Sampai - sampai Preaiden Prabowo kurang lebihnya  mengatakan " Kok ada ya elite politik yang kerjaannya cuma nyinyir, jangan - jangan itu dibayar " karena merasa sangat kesal.

Untuk itu diharapkan kepada semua pihak terutama elemen - elemen masyarakat untuk tidak mudah terbawa suasana dan mempercai informasi - informasi yang muncul baik melalui media sosial atau media lainnya. Terlebih menyebarkan ulang sebelum mengamati kebenaran informasi dimaksud, termasuk Kepala Desa - Kepala Desa dan Perangkat Desa yang sedang ramai diperbincangkan, agar tujuan Presiden Prabowo untuk lebih memperkuat aparatur desa dan desa segera tercapai.

Kabar - kabar yang menyebutkan adanya pernyataan Presiden Prabowo berniat akan menghapus desa dan akan menghentikan penyaluran Dana Desa (DD ) yang bersumber dari APBN itu semua merupakan ” kabar bohong ” dan hal yang mustahil dapat dilakukan mengingat kesemuanya telah dengan jelas  tercantum dalam konstitusi yang tentunya merupakan amanah yang wajib dijalankan oleh pemerintah.

Dalam situasi global yang belum menentu hampir disemua aspek seperti  sekarang memungkinkan adanya oknum - oknum elite tertentu untuk berupaya memancing di air keruh agar kepentingannya tercapai, dengan berbagai cara diantaranya melalui penyebaran  berita bohong (hoax)guna memicu perpecahan di masyarakat serta kerenggangan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.

Hal - hal demikian jika dibiarkan bukan tidak mungkin dapat menghancurkan segala bentuk tatanan tanpa kecuali yang bersifat ” idiologis ” sebab itu merupakan strategi sekaligus filsafat kaum komunis bahwa,  kebohongan yang berulang akan menjadi sebuah kebenaran. Maka diharapkan semua elemen pemerintahan dan para menteri pembantu Presiden agar tidak melontarkan steatmen - steatmen yang dapat memancing reaksi kurang baik dari pihak manapun.(01/NM/Ye. S )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KADES GROBOGAN BANYAK JADI KORBAN KRIMINALISASI PEMBERITAAN ON-LINE

KADES DEMAK INGINKAN PERDA 8/2020 DICABUT

KEPALA DESA DAPAT MELAKUKAN ROTASI PERANGKAT DESANYA