ISSUE PENGGULINGAN PRESIDEN SESAT DAN TIDAK BERDASAR

NEWS MOTIVA NASIONAL OPINI - Kita semua sebagai bangsa Indonesia tentu sepakat bahwa Demokrasi adalah merupakan bagian terpenting yang harus terus dibangun dan ditegakkan guna memperkokoh persatuan demi memperkuat kelangsungan kehidupan bernegara. Namun hendaknya dapat dipahami secara utuh terlepas dari ego serta kepentingan tertentu yang hanya akan merusak tatanan segala aspek konstitusional itu sendiri, mengingat peristiwa pada Tahun 1998 terbukti meninggalkan jejak kelam dalam sejarah NKRI.

Sesungguhnya dalam demokrasi kita tidak mengenal adanya istilah penggulingan pemerintahan yang sah,  mengingat hal - hal dimaksud masuk dalam kategori "makar", sementara yang diatur dalam konstitusi adalah pergantian kepemimpinan melalui pemilu yang demokratis seiring berakhirnya masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden. Adapun terdapat mekanisme - mekanisme lain yang dapat ditempuh sekaligus dijamin oleh Undang - Undang yaitu melalui impeachment (Pemakzulan) jika seorang Kepala Negara tidak melaksanakan tugas sesuai konstitusi.

Dengan demikian " ISSUE PENGGULINGAN PRESIDEN SESAT DAN TIDAK MENDASAR " sebagaimana tertera pada judul opini, dimana sejauh ini hampir selama 2  (dua) Tahun sejak dilantik, Presiden Prabowo Subianto sudah menjalankan sesuai amanat konstitusi dan reformasi tanpa ada satupun yang secara nyata terbukti dilanggar. Bahkan program - program yang dijanjikan saat kampanye pemilu semua telah dipenuhi dari Perhatiannya pada petani dan melayan,  mendirikan Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk kepentingan  seluruh rakyat Indonesia.

Begitu juga dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berkecamuknya perang beberapa negara Presiden Prabowo Subianto telah mengupayakan berbagai komunikasi politik dan bilateral dengan negara - negara lain baik Asia, Eropa dan Amerika  sehingga memperoleh berbagai apresiasi. Sikap konsisten tersebut, termasuk dalam mendukung hak - hak rakyat Palestina menunjukkan tidak ada keberpihakan terhadap salah satu negara karena Indonesia sebagai negara "non blok" yang menjunjung tinggi kedaulatan. (Yehezkiel Suyoto) 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEPALA DESA TIGA PERIODE BERPOTENSI DAPAT MAJU LAGI

KADES GROBOGAN BANYAK JADI KORBAN KRIMINALISASI PEMBERITAAN ON-LINE

SOSIALISASI OBAT - OBATAN TANAMAN PANGAN